Sabtu, 23 Juli 2011

CARA PEMBUDIDAYAAN CABAI

Cabai merah merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan.  Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi  dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Budidaya tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Cabai atau lombok merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Pada bahasan berikut akan dibahas budidaya cabai merah di lahan kering dataran rendah.
Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas.Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker Cabai banyak mengandung vitamin A danvitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 – 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret – April).
Karakteristik Lokasi Budidaya cabai merah
  • Ketinggian tempat (0-700 m dpl)
  • Pengairan  budidaya cabai merah harus selalu diperhatikan, karena  air  merupakan  faktor  vital  bagi  tanaman cabai.
  • Jenis tanah bertekstur remah, gembur tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik.
  • Kedalaman lapisan olah 30 – 40 cm.
  • Kemasaman   tanah   (pH)   ideal   6-7,   kurang   dari   angka   ini   perlu   dilakukan  pengapuran. Biasanya pada pH masam akan berkembang penyakit cendawan Rhizoctonia sp dan Phytium sp
  • Suhu yang paling ideal untuk  pertumbuhan budidaya cabai merah adalah 24-28 0C
JENIS PUPUK
  • Pupuk yang digunakan yaitu ZA 560 kg/ha, Urea  240 kg/ha, SP-36   480 kg/ha,KCL    320 kg/ha Borat   16 kg/ha,  Curater  16 kg/ha
  • Pupuk Susulan  NPK (15 : 15 : 15) 250 kg/ha
  • Pupuk kandang ayam 20 ton /ha
LAHAN
Lahan yang  digunakan dalam budidaya ini adalah lahan kering /tegalan
PERSEMAIAN /PERLAKUAN BIBIT
Persemaian bibit cabai merah dalam budidaya tanaman cabai dilakuakn dengan cara :
a.      Media semai dibuat dari tanah, pupuk kandang, pasir : (1:1:1)
b.      Diberikan Furadan 10 G, 2 gr/kg media semai ditambah 2 gr Daconil/ kg media semai.
c.       Media semai ditutup dengan plastik selama 1 minggu
d.      Biji direndam dengan air panas (50 oC) selama 1 jam
e.      Persemaian ditutup dengan kasa nilon (rumah kasa).
f.        Bibit disemai dalam polybag ukuran diameter 20 cm,  tinggi 10 cm
g.      Umur bibit di persemaian 25 hari.
PENGOLAHAN TANAH
Persiapan media tanah budidaya tanaman cabai dilakuakan dengan tanah dibajak 1-2 kali, digemburkan dan dibuat  bedengan
JARAK TANAM DAN SISTEM TANAM
Jarak tanam yang  digunakan  dalam budidaya cabai merah ini adalah 60 x 70 cm (segi tiga) dengan populasi tanaman 16.000 batang/ ha
PEMANGKASAN
Perempelan tunas
PENYIRAMAN
Ketersedian air merupakan  hal yang  vital dalam budidaya cabai merah. Pengairan/ kelembaban bedeng disesuaikan dengan kondisi lapangan.
PENGAPURAN
Persipan media tanam dalam budidaya tanaman cabe merah denga pemberian kapur sejumlah 2 ton/ ha
PEMUPUKAN
Perlakuan pemupukan  dalam budidaya cabai merah ilakuakn dalam beberapa tahap yaitu :
Pemupukan (ha),  pemupukan melalui akar
Pupuk dasar diberikan sebelum pemasangan MPHP
  • Pupuk kandang ayam 20 ton/ ha
  • ZA         : 560 kg/ ha
  • Ure        : 240 kg/ ha
  • SP-36      : 480 kg/ ha
  • KCl        : 320 kg/ ha
  • Borax           : 16 kg/ ha
  • Curater    : 16 kg/ ha
Pupuk Susulan:
NPK (15 : 15 : 15) sebanyak 250 kg/ ha diberikan pada umur 20, 40, 60, 80 dan 100 HST masing-masing 1/5 dari total dosis di atas.
MULSA
Mulsa yan digunakan : MPHP
Pupuk PPC/ pupuk  daun
  • Complesal     : 2 lt/ ha (2 cc/lt air) Penyemprotan interval 14 hari (12 HST dan 26 HST).
  • Gandasil 2 lt/ha (2 cc/lt air) Penyemprotan 40 HST dan 54 HST.
  • Bayfolan 2 lt/ ha (2 cc/lt air) Penyemprotan 68 dan 82HST.
PENGENDALIAN HAMA/PENYAKIT
Jenis hama dan penyakit yang menyerang dalam budidaya cabai merah serta cara penanganannya adalah sebagai berikut :
  • Kutu daun/Aphis , diatasi dengan :
Curater diberikan pada umur 25 HST (1 gr/batang)
  • Hama Trips , diatai dengan :
Lanate  2-5 EC , 2 cc/ ltr air
  • Tungau, diatasi dengan :
Pagassus 500 SC, 2,5 cc/ ltr air
  • Antraknosa (Colleorchum capsici dan C. gloesporoides), diatasi dengan :
Score 2 cc/ltr air
Daconil 20 gr/lt air (intreval 5 hari sekali)
  • Penyakit bercak daun (Cercuspora      capsici), diatasi dengan :
Daconil 25 cc/ltr air (intreval 4 hari sekali)
  • Penyakit layu  (Fusarium oxysporum), diatasi dengan :
Eradikasi (cabut dan bakar)
PANEN DAN PASCAPANEN
Panen   dilakukan pada umur 85 – 90 HST, dengan banyaknya pemanenan ± 14 kali, dengan interval 4 hari sekali. TAG
UNTRUK PERAWATAN PETANI BISA MENGGUNAKAN FORMULA BOSTER DENGAN  KONSENTRASI PENYEMPROTAN 2-3 g/liter setiap 2minggu sekali sampai hasbis masa panen

0 komentar: